Sumber gambar :
https://shesaride.wordpress.com/
Sampah
Di Ibukota Jakarta, banyak terjadi masalah kesehatan seperti penyebaran wabah DBD (demam berdarah), diare, ataupun penyakit kulit. Masalah ini akan semakin diperburuk pada saat musim penghujan datang. Ditambah lagi dengan masalah banjir setelah hujan turun, penyebabnya tak lain adalah sampah. Sampah yang tidak ditata dengan baik, pasti akan menimbulkan banyak sekali masalah.
Sampah merupakan sesuatu yang sudah tidak memiliki nilai guna, tidak dimanfaatkan lagi, dan keberadaannya yang mengganggu lingkungan sekitar. Menurut KBBI, sampah merupakan benda atau barang yang dibuang karena tidak terpakai. Sampah dapat dikelompokkan menurut jenisnya, yaitu sampah organik dan anorganik. Sampah organik merupakan sampah yang mudah terurai oleh mikroorganisme, sedangkan sebaliknya untuk sampah anorganik.
Contoh sederhana dari sampah organik adalah daun-daun kering, makanan sisa, dan barang lainnya yang berasal dari alam. Sedangkan untuk sampah anorganik, contohnya seperti botol, kaleng, kantung plastik, dan lain sebagainya. Kedua jenis sampah ini dapat membuat lingkungan sekitar menjadi tidak rapi dan tertata jika dibiarkan berserakan, juga akan menimbulkan banyak dampak yang buruk. Sedangkan sebaliknya, jika sampah dapat ditata dan dimanfaatkan kembali, maka lingkungan sekitar akan terlihat bersih dan sehat.
Sampah seringkali kita temukan di lingkungan sekitar dan tempat-tempat umum. Sampah mulai melimpah karena sekarang banyak makanan dan minuman kemasan, yang dikemas menggunakan bahan yang sulit terurai seperti plastik dan kaleng. Penyebab lainnya karena kurangnya rasa kesadaran dan kedisiplinan akan kebersihan. Juga kurangnya sarana dan prasarana yang ada, membuat sampah semakin terlihat tidak tertata.
Padahal, sampah yang diabaikan berserakan akan membuat lingkungan tidak bersih. Selain itu, sampah yang berserakan akan menimbulkan bau yang tak sedap dan mencemari air jika berada di selokan ataupun sungai. Akhirnya, sampah akan menimbulkan berbagai macam penyakit dan gangguan kesehatan seperti diare dan penyakit kulit. Juga menjadi penyebab utama terjadinya banjir di Ibukota karena sampah menyumbat drainase dan aliran sungai.
Solusinya, banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi sampah. Misalnya untuk sampah organik, dapat dibuat pupuk kompos. Dan untuk sampah anorganik, dapat didaur ulang kembali ataupun dibuat kerajinan tangan yang memiliki nilai jual dan keindahan. Menjaga kebersihan juga dapat menjadi solusi sampah yang berserakan.
Menjaga kebersihan lingkungan dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun. Dapat dilakukan dari hal kecil, seperti membiasakan membuang sampah pada tempatnya. Sehingga lingkungan akan menjadi bersih dan nyaman. Juga mewujudkan lingkungan yang sehat dan terbebas dari penyakit.
Apabila masyarakat tetap terbiasa membuang sampah sembarangan, makan kedepannya akan banyak masalah yang ditimbulkan. Oleh karena itu, dengan pengolahan sampah yang baik, kita dapat menghindari semua bencana yang tidak diinginkan dari dampak negatif sampah. Pengolahan sampah dapat dilakukan dengan 3R (reduce,reuse,recycle) atau dengan cara mengurangi pembuangan sampah,menggunakan kembali barang yang tidak diperlukan,dan mendaur ulang kembali sampah tersebut. Dengan begitu, masalah sampah akan berkurang dan lingkunganpun menjadi lebih bersih, nyaman, dan rapi.
Pada Intinya, kita sebagai makhluk sosial haruslah memiliki rasa kepedulian yang tinggi, termasuk sampah. Juga berusaha mewujudkan lingkungan yang sehat dan terbebas dari penyakit. Alangkah baiknya bila kita dapat menjaga kebersihan, minimal dari diri sendiri. Jika kita sudah terbiasa melakukan hal yang baik, maka lingkungan yang indah dan asri bukanlah angan-angan belaka.
Disusun oleh :
Jimi
M. Ridhwan Hamaidi
Rama Dhanofa N
Sihabudin Juhri
Ziannisa Azvani C
Kelas : 11 IPA 2


